Senin, 24 Januari 2011

It's All about Cancer - True Story

Seorang dokter yang juga  Herbalis dan Terapis pola makan alami akan bercerita tentang pengalaman pribadi keberhasilannya dalam menangani beberapa pasien KANKER dalam sebuah program bertajuk “Doctor’s Talk about CANCER”, hari Selasa 25/01/2011 pukul 14-16 WIB bertempat di Kantor Taman E3.3 – Menara Anugrah lt.25, Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan -  (Bebas Biaya) Tempat Terbatas, konfirmasi kedatangan 021-92981722

 Sama seperti banyak dokter umumnya, beliaupun termasuk pihak yang awalnya tidak begitu saja percaya dan bersedia melakukan therapy pasien dengan TNBB. Hal ini sangat wajar, karena seorang dokter memilliki tanggung jawab profesi dan moral untuk memberikan tindakan kepada pasien sesuai kaidah-2 ilmu pengetahuan kedokteran yang diketahuinya. Sehingga hal tersebut berdampak kepada sebuah kekhawatiran normal bahwa apakah TNBB aman dan efektif dapat digunakan untuk therapy Kanker?

Bersyukur, ternyata kekhawatiran tersebut akhirnya mulai hilang setelah sang Dokter secara pribadi dan seksama bersedia mempelajari secara komprehensif tentang produk Tahitian Noni Bioactive Beverage – tentang semua riset ilmiah yang telah dijalankan dan diplublikasikan serta dikukuhkan dalam berbagai Hak Paten Efek Therapy di berbagai Negara berupa 15 Uji Klinis terhadap manusia dan 52 paten dunia.
Bahkan khusus untuk masalah Kanker, hasil kajian riset yang telah dikeluarkan ternyata bukan hanya membuat beliau kagum, namun tercengang – karena ternyata dari hasil riset beberapa Hak Patent yang telah dipublikasikan terbukti TNBB mampu secara efektif mengatasi masalah Kanker. Dari saat Pencegahan (preventive), Pengobatan (curing) hingga mengatasi fase Metastase yang dijelaskan dengan sangat detail / rinci berdasarkan metodologi riset dunia sampai hasil risetnya dalam 12 patent dunia.

Untuk Pencegahan (Preventive) terdiri dari 6 (enam) jenis Patent, yaitu:
1.       Cancer preventive effect of Morinda citrifolia (WIPO PCT/US01/46835)
2.       Preventive effects of Morinda citrifolia on Mammary Breast Cancer (WIPO PCT/US2004/026253)
3.       Inhibitory & Preventative effects of processed Morinda citrifolia on Mutagenesis and Carcinogenisis in Mammals (US Patent 2003/0157205)
4.       Preventative and treatment effects of Morinda citrifolia as a Colon Cancer cell growth inhibitor (US Patent 7.070.813)
5.       Preventative and treatment effects of Morinda citrifolia as an Aromatase inhibitor (WIPO PCT/ US04/09129)
6.       Synergistic Cancer prevention effects of Morinda citrifolia (WIPO PCT/US04/298898)

Untuk Pengobatan (Curing) terdiri dari 5 (lima) jenis Patent, yaitu:
1.       Anti Angiogenesis effects of Morinda citrifolia (WIPO PCT/US2003/034852)
2.       Inhibition of Angiogenesis and Destruction of Angiogenic vessels with extracts of Noni Juice (WIPO PCT/US02/7579)
3.       Morinda citrifolia L based Formulations for Inhibiting Matrix Metalloproteinase Enzymes (US Patent 20070184137)
4.       Formulations and Methods for treating Breast Cancer with Morinda citrifolia and Methylsulfonymethane (WIPO PCT/US2004/029896)
5.       Method for treating carbon tetra-chloride induced Liver Damage by administering Morinda citrifolia (US Patent 2003/300/88990)

Untuk penyebaran ( Metastase ) terdiri dari 1 (jenis) patent, yaitu:

1.       Morinda citrifolia based formulation for inhibiting Metastasis of Carcinogenic cells (WIPO PCT/ 2004/0135581)

Berdasarkan data-data di atas itulah, sang Dokter memulai therapy TNBB terhadap pasien-2 Kanker nya, dan syukur Alhamdulillah ternyata hasilnya sangat signifikan melebihi perkiraan dan harapan sebelumnya.
Oleh karena itulah, bagi rekan-2 yang mungkin saat ini sedang berikhtiar mengatasi masalah Kanker kiranya informasi yang akan disampaikan langsung oleh dr. M. Suwardi Sukri yang juga sebagai penulis buku " The Amazing Secret "   ini bisa menjadi media untuk membantu sebanyak-banyaknya penderita Kanker.

Semoga bermanfaat dan mungkin dapat dipertimbangkan sebagai “PENYEMPURNA IKHTIAR” dari seluruh ikhtiar yang telah dilakukan selama ini.

Amin Ya Rabbal ‘Alamin…

Minggu, 23 Januari 2011

Tuna Grahita Teratasi dengan Tahitian Noni

Tuna Grahita

Tunagrahita adalah keadaaan keterbelakangan metal, keadaan ini dikenal juga retardasi mental (mental retardation). Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah, sebagai berikut:
  1. Lemah pikiran (Feeble Minded)
  2. Terbelakang mental (Mentally Retarded)
  3. Bodoh atau dungu (Idiot)
  4. Pandir (Imbecile)
  5. Tolol (Moron)
  6. Oligofrenia (Oligophrenia)
  7. Mampu Didik (Educable)
  8. Mampu Latih (Trainable)
  9. Ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat
  10. Mental Subnormal
  11. Defisit Mental
  12. Defisit Kognitif
  13. Cacat Mental
  14. Defisiensi Mental
  15. Gangguan Intelektual
Pengertian Tunagrahita menurut American Asociation on Mental Deficiency/AAMD dalam B3PTKSM, (p. 20) sebagai berikut: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes; yang muncul sebelum usia 16 tahun; yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku.Kekurangan dalam perilaku adaptif. Terjadi pada masa perkembangan, yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. Pengklasifikasian/penggolongan Anak Tunagrahita untuk keperluan pembelajaran menurut American Association on Mental Retardation dalam Special Education in Ontario Schools (p. 100) sebagai berikut:

EDUCABLE : Anak pada kelompok ini masih mempunyai kemampuan dalam akademik setara dengan anak reguler pada kelas 5 Sekolah dasar.

    Ricky Anggriawan

    Tuna Grahita
    Nama saya Ricky Anggriawan, asli dari Pekanbaru, berumur 25 tahun. Terlahir kurang sempurna dan mengalami cacat mental atau disebut juga Tuna Grahita. Walau begitu saya dibesarkan dan di asuh dengan penuh kasih sayang oleh kedua orangtua saya  hingga menjadi dewasa sampai saat ini.
    Dahulu, aktifitas saya lakukan banyak dibantu oleh kedua orangtua dan saudara saya, karena kekurangan yang saya alami. Pada bulan juli 2010 saya diperkenalkan dan diberikan Tahitian Noni Bioaktif Beverage oleh orangtua saya dan saya konsumsi 2 kali sehari kurang lebih 20cc. Sejak saat itu saya merasa lebih segar dan percaya diri. Kekurangan yang ada pada diri saya mulai teratasi. Sekarang saya sudah bisa pakai handphone kirim gambar dan yang luar biasa saya sekarang bisa naik sepeda motor !!! Terima kasih Tuhan Yesus  atas berkat TNBB saya sudah bisa beraktifitas sendiri dan lebih percaya diri.

    Salah satu sertifikat Patent Tahitian Noni untuk mengobati Kanker

    Formulasi dan Metode untuk Mengobati Kanker Payudara dengan mengkudu dan Methylsulfonymethane (Australia)

    Formulasi dan Metode untuk Mengobati Kanker Payudara dengan mengkudu dan Methylsulfonymethane (Australia)

    Sabtu, 22 Januari 2011

    TODAY'S FACT..! SETIAP HARI diperkirakan 10 WANITA DI INDONESIA MENINGGAL karena KANKER SERVIKS (dr.mayo articles)

    TODAY'S FACT..! SETIAP HARI diperkirakan 10 WANITA DI INDONESIA MENINGGAL karena KANKER SERVIKS (dr.mayo articles)

    oleh Crispy Mayo pada 09 Januari 2011 jam 9:58
    INTRODUCTION
    Kanker serviks atau kanker leher rahim disinyalir menjadi pembunuh utama wanita Indonesia. Setiap hari diperkirakan 10 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks.
    Kanker serviks disebabkan oleh virus yang disebut human papilloma virus (HPV). Virus ini bermacam-macam tipe, tetapi yang menimbulkan kanker serviks adalah sekitar 20 tipe, yang tersering dan berisiko tinggi adalah tipe 16 dan 18. Penularan umumnya terjadi lewat hubungan seksual (80 persen).
    Menurut Prof dr M Farid Aziz, Guru Besar Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), sekitar 80 persen virus HPV akan hilang dan mati karena sistem kekebalan tubuh.
    "Sisanya, virus itu akan menetap dan berkembang menjadi sel pra-kanker dan dalam waktu 10-20 tahun bisa menjadi kanker," katanya.
    Ia menambahkan, karena perjalanan virus yang lama tersebut, sebenarnya sel kanker bisa ditangkap lewat screening. "Upaya deteksi dini dengan tes pap smear atau IVA bisa menemukan virus pada kondisi pra-kanker," paparnya dalam peluncuran Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks di Jakarta, Kamis (21/10/2010).
    Pencegahan utama kanker serviks, imbuh Farid, adalah melindungi diri dari faktor risiko dan penyebab, termasuk imunisasi.
    "Vaksin HPV membantu sistem imun mengenal dan menghancurkan virus HPV sebelum menginfeksi serta menahan laju penyakitnya,"

    ABOUT THE CANCER..
    Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di negara berkembang. Fakta-fakta tersebut membuat kanker leher rahim menempati posisi kedua kanker terbanyak pada perempuan di dunia, dan menempati urutan pertama di negara berkembang. Saat ini, kanker leher rahim menjadi kanker terbanyak pada wanita Indonesia yaitu sekitar 34% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang 48 juta perempuan Indonesia dalam risiko mendapat kanker leher rahim.
    Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah 52 tahun, dan distribusi kasus mencapai puncak 2 kali pada usia 35-39 tahun dan 60 – 64 tahun.
    Kanker leher rahim sendiri merupakan keganasan yang dapat dicegah karena :
    1. Memiliki masa preinvasif (sebelum menjadi keganasan) yang lama
    2. Pemeriksaan sitologi (sel) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim sudah tersedia
    3. Terapi lesi preinvasif (bibit keganasan) cukup efektif
     Tanda dan Gejala
    Gejala paling umum dari kanker leher rahim adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual,  namun dapat muncul juga perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak / perdarahan postmenopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya.  Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Gejala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya.
    Pada stadium lanjut, pasien dapat mengeluh bercak vagina yang berbau, penurunan berat badan, dan obstruksi (sumbatan) dalam berkemih.  Apabila kanker sudah menyebar ke panggul maka nyeri punggung dapat terjadi diikuti dengan hambatan dalam berkemih serta hidronefrosis (pembesaran ginjal).  Gejala kandung kemih maupun rektum (hematuri <kencing berdarah>, hematoschezia < BAB berdarah>, fistula) dapat berhubungan dengan penyebaran ke kandung kemih serta rektum pada tumor invasif.
    Untuk menjadi kanker serviks dibutuhkan waktu sampai belasan tahun. Lesi (luka atau tanda) dini pada kanker leher rahim dapat berupa lesi indurasi (keras) ataupun ulserasi (luka bernanah), atau daerah yang sedikit elevasi (meninggi) dan bergranul yang mudah berdarah bila disentuh.

    Pencegahan dan Deteksi Dini
    Tidak seperti Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya yang menyebar melalui cairan tubuh, HPV merupakan virus yang menyebar melalui kontak dari kulit ke kulit, karena itu penggunaan kondom tidak sepenuhnya efektif karena kondom tidak meliputi seluruh area kulit dimana HPV dapat ditemukan.
    Deteksi dini terutama adalah melakukan pemeriksaan skrining secara teratur 1 tahun sekali untuk mengetahui lesi prekanker. Pencegahan yang dilakukan adalah menghindari faktor risiko diatas.

    Vaksin HPV
    Vaksin HPV saat ini sudah digunakan untuk mencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin karena HPV. Vaksin tersebut bekerja dengan cara melindungi dari 4 tipe HPV yang paling sering menyebabkan penyakit, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18, tipe yang menyebabkan 70% kanker leher rahim dan 90% kutil kelamin. Vaksin tersebut dikeluarkan oleh U.S.Foods and Drugs Administration (FDA) pada tahun 2006 dan sudah dinyatakan aman untuk wanita berusia 9 – 26 tahun.
    Vaksin diberikan dalam 3 dosis dalam periode 6 bulan yaitu pemberian awal, 2, dan 6 bulan berikutnya. Belum diketahui keefektifannya pada wanita yang hanya menerima 1 atau 2 dosis saja. Karena ini sangat penting diberikan 3 dosis penuh untuk para wanita. Keefektifan vaksin HPV menurut penelitian diperkirakan selama 5 tahun, seberapa lama vaksin ini dapat memberikan efek perlindungan masih belum jelas.
    Sebaiknya vaksin diberikan sebelum kontak seksual pertama atau sebelum wanita terekspos dengan HPV. Hal ini disebabkan karena vaksin mencegah penyakit pada wanita yang belum terkena satu atau beberapa tipe HPV yang dapat dilindungi oleh vaksin. Vaksin ini tidak bekerja terlalu efektif pada wanita yang sudah memiliki virus HPV di dalam tubuhnya sebelum menerima vaksin. Efek samping paling umum adanya nyeri ketika disuntikkan.
    Vaksin ini belum direkomendasikan pada wanita hamil karena masih sedikit informasi mengenai keamananya pada wanita hamil. Vaksin HPV ini hanya bersifat melindungi dari paparan yang belum terjadi, dan bukan untuk mengobati. Skrining tetap diperlukan setelah memperoleh vaksin HPV karena vaksin tidak melindungi untuk semua tipe HPV.

    Skrining
    Pemeriksaan secara berkala bagi seluruh wanita terutama yang memiliki faktor risiko menggunakan Pap smear adalah cara yang efektif untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dan penanganan lebih awal serta adekuat. Selain pap smear, metode lain adalah inspeksi visual dengan asam asetat (VIA) atau dengan Lugol’s Iodine (VILI) serta HPV-hybrid capture. Tes tersebut mudah dilakukan dan memiliki hasil yang efektif. Skrining dilakukan 3 tahun setelah aktif secara seksual dan diulangi setiap tahunnya.

    Kandungan Proxeronine  Tahitian Noni Juice bekerja pada tingkat selular. Proxeronine meningkatkan struktur selular yang di hancurkan oleh kanker.
    Selain Proxeronine riset  terhadap Tahitian Noni Juice yang  telah dilakukan di laboratorium-laboratorium menegaskan kemampuan Tahitian Noni Juice untuk melawan kanker. Dalam suatu penelitian, empat orang ilmuwan dari Jepang menyuntikkan sel ras (sel yang menjadi pemicu bagi pertumbuhan yang merusak) dengan substansi yang disebut damnacanthal yang ditemukan dalam Tahitian Noni Juice.
    Mereka mengobservasi bahwa pemberian damnachantal ternyata menghambat reproduksi sel ras secara signifikan. Damnachantal adalah suatu substansi didalam Tahitian Noni Juice yang bekerja sebagai agen anti kanker.
    Dalam Riset tersebut  juga membuktikan bahwa Tahitian Noni Juice merangsang tubuh untuk mereproduksi element-element yang melawan kanker seperti nitrix oxide, interleukin (mediator sistem imunitas yang dibuat oleh dan mempengaruhi limfosit-red), interferon (sitokin yang mencegah terjadinya super infeksi oleh virus lain – red), faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida dan sel-sel pembunuh alami.
    Dipercaya juga bahwa Tahitian Noni Juice mempunyai fungsi pencegahan dan perlindungan terhadap kanker pada tahap inisisasi, yang merupakan fase pertama pada pembentukan kanker.
    Penelitian lain  yang dilakukan oleh Mian-Ying Wang, M.D. di Fakultas Kedokteran Universitas Illionis, Rockford, menunjukan bahwa tikus yang diberikan 10% Tahitian Noni Juice selama seminggu dan kemudian disuntukan sel DMBA (agen penyebab kanker) , mempunyai bercak tambahan DNA (suatu tes untuk melihat keabnormalan DNA) yang secara signifikan lebih sedikit di bandingkan dengan tikus yang juga disuntukan DMBA namun hanya diberi air. Semakin sedikit jumlah bercak tambahan DNA, semakin tinggi perlindungan terhadap kanker. Tikus yang diberi Tahitian Noni Juice mempunyai 50% bercak DNA lebih sedikit di paru-paru, 60% lebih sedikit di jantung, 70% lebih sedikit di lever, dan 90% lebih sedikit di ginjal. Tahitian Noni Juice telah terbukti memiliki kemampuan anti oksidan. Hal ini berarti dapat mengikat radikal bebas yang terdapat dalam tubuh. Radikal bebas dapat merusak sel dan membentuk sel kanker.
    Banyak yang berpendapat bahwa aktifitas anti oksidan adalah fungsi penting dari Tahitian Noni Juice dan salah satu alasan mengapa begitu banyak orang sukses dalam melawan kanker dengan Tahitian Noni Juice.
    Dari 27.000 pengguna Tahitian Noni Juice dalam survey Dr. Neil Solomon  2.365 orang menderita berbagai jenis kanker. Dari jumlah ini 60% dari mereka berhasil mengalami kemajuan kesehatan yang luar biasa.
    Dosis penggunaan Tahitian Noni Juice untuk Terapi Kanker : jumlah konsumsi rata-rata dari 64% responden yang mengalami kemajuan kesehatan adalah 105 cc setiap hari.
    Dalam riset Dr.Neil Solomon  juga menemukan “RESEP NONI” yang telah digunakan oleh para pasien penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal. Resep ini datang dari rekan sejawat dari profesional media, Orlando Pile, M.D. Resepnya sebagai berikut:
    1 Liter  Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama ( 60cc  di minum setiap 1 jam )
    ½ Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya ( 60cc  di minum setiap 2 jam )
    240 cc Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya ( 40cc  di minum setiap 4 jam )
    105 cc untuk selanjutnya. ( 30cc  di minum 3 kali dalam 1 hari dengan dosis 35 cc pada malamnya)

    ORDER

    TAHITIAN NONI JUICE

    021-9298-1722



    Kamis, 20 Januari 2011

    IRIDOID Dalam Tahitian Noni

    Iridoid sebagai peran utama
    Bioaktif utama dalam noni adalah iridoid.
    Iridoid telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi bahaya radikal bebas, mengontrol kolestrol, meningkatkan energi, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan sistim kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, mencegah mutasi sel, dan mendukung kesehatan kerja otak.
    Iridoid merupakan "phytochemical" luar biasa yang diproduksi oleh tumbuhan sebagai suatu daya tahan terhadap infeksi dan agresi/ancaman lainnya. Iridoid ditemukan dalam jumlah yang cukup besar dari suatu tanaman, yang tidak terdapat secara umum dalam buah-buahan.
    Sekilas tentang Iridoid:
    • Merupakan phytokimia bioaktif yang sangat jarang terdapat dalam buah-buahan.
    • Berbeda dengan flavonoid, yang banyak terdapat dalam segala macam buah.
    • Memiliki berbagai ragam "bioactivities".
    • Sangat stabil dan tahan terhadap degradasi selama proses pengolahan dan penyimpanan, tidak seperti flavonoid.
    • Merupakan bioaktif* utama dalam Tahitian Noni.
    * Bioaktif adalah zat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang memiliki manfaat kesehatan dalam tubuh.

    BIOACTIVE BEVERAGES

    Penelitian Ilmiah Noni

    Sejak awal kisah kehidupan manusia, selalu ada hubungan erat antara manusia dan tumbuh-tumbuhan.
    Noni, sebagai "medicinal plant" ( tanaman untuk efek terapi ). Efektifitas dari "medicinal plant" ditentukan oleh jumlah dan jenis dari kandungan bioaktif di dalamnya dan "bioavailability" (ketersediaan hayati) dari kandungan tersebut. "Medicinal plant" memberikan kandungan bioaktif untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
    Bioaktif adalah senyawa kimia—seperti vitamin dan mineral—yang menghasilkan aktifitas biologi dalam tubuh. Noni mengandung berbagai ragam bioaktif yang luar biasa seperti iridoid, lignan, coumarin, polisakarida, flavonoid, dan asam lemak.
    BIOAVAILABLE
    Bioaktif Noni 
    Terekspos Element:
    No chemical breakdown
    NON-BIOAVAILABLE Komposisi lain
    Terekspos Element:
    Chemical breakdown
    Bioavailability menggambarkan jumlah suatu komposisi/senyawa yang mencapai sistim sirkulasi dan sel.
    1. Sejumlah faktor mempengaruhi "bioavailability" dari suatu substansi, termasuk kestabilan dan kelarutan.
    2. Semakin stabil suatu komposisi/senyawa, semakin baik ketahanan formasi molekulnya walaupun terekspos cahaya, panas, udara, penyimpanan dll.
    3. Komposisi berdaya larut tinggi dengan cepat dibawa oleh aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga lebih mudah diserap sel. 

    Rabu, 19 Januari 2011

    SCIENCE Tahitian Noni

    Latar belakang pengetahuan ilmiah tanaman noni.

    Jika Anda mencari minyak buah ajaib, Anda datang pada tempat yang keliru. Minuman bioaktif Tahitian Noni bekerja luar biasa. Kami tahu mengapa.

    Lebih dari 50 tahun, para peneliti telah mempelajari kandungan biokimia buah noni dan telah mengembangkan penelitian terpadu yang menjelaskan efek positif noni pada tubuh manusia. Setiap saat, kami terus menambah pemahaman terhadap penelitian kami. Kami memiliki dan menjalankan laboratorium yang hanya khusus didedikasikan untuk noni, dipimpin oleh ilmuwan-ilmuwan ternama dari berbagai penjuru dunia.
    Ini merupakan komitmen kami pada ilmu pengetahuan yang membuat Tahitian Noni International unik dalam dunia kesehatan dan kesejahteraan.